Pada proses konseling, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa profesional seorang konselor dalam menjalankan profesinya, seberapa profesional ia mempraktekan teori-teori yang telah dipelajarinya. Akan tetapi, jauh dibalik itu akhlak seorang konselor juga menjadi penentu keberhasilan proses konseling itu. Sebagai orang muslim, Nabi Muhammad Saw adalah contoh teladan akhlak yang baik. Konselor bisa menerapkan akhlak Rasululullah dalam kehidupan sehari-harinya sehingga ketika melakukan proses konseling, ia disukai klien dan proses konseling yang ia lakukan berjalan baik. Karena konselor merupakan acuan dan pedoman bagi klien, maka sudah selayaknya konselor perlu memiliki akhlak islami. Dalam makalah ini, pemakalah akan menjabarkan beberapa hadist tentang akhlak konselor islami, yaitu: Akhlak Sebagai Standar Kebaikan , Mencintai dan Membenarkan Kebenaran, Jujur dan Amanah, Tabligh/Aspiratif, Ikhlas, Sabar dan Lemah Lembut, Rendah Hati dan Santun. 1. ...
Aku dan Romadoni Azmi ( Pimpinan Umum Idealita, aku biasa memanggilnya ‘Bang Roma’) berkesempatan mengikuti pelatihan jurnalistik kali ini. Pelatihan yang diadakan oleh LPM Suara Kampus itu bertempat di Kota Sawahlunto. Untuk keberangkatan, kami berjanji akan bertemu di Simpang Kiambang pukul setengah dua. Akan tetapi, karena beberapa hal, aku datang terlambat. Beruntung bus menuju Sawahlunto belum datang. Kami menunggu bus “Emkazet” jurusan Bukittinggi-Batusangkar-Sawahlunto yang biasanya lewat setiap satu jam sekali. Tapi entah kenapa kali ini bus itu terasa lama. Tak lama kemudian Emkazet pun datang. Kami duduk di bangku nomor tiga dari depan. Tapi karena penumpang banyak yang naik, akhirnya Bang Roma pindah duduk di deretan bangku paling belakang. Persis dekat jendela. Ku katakan pada Bang Roma bahwa aku ingin singgah dulu di rumah untuk mengambil beberapa perlengkapan. Bang Roma tak keberatan. Bus melaju dengan kecepatan sedang. Aku terkantuk-kantu...
Sebagai makhluk sosial, manusia tak pernah luput berhubungan dengan manusia lain di sekitarnya. Bentuk hubungan antar manusia tersebut bermacam-macam, salah satunya adalah hubungan membantu. Setiap individu pernah memberikan bantuan atau menerima bantuan, meskipun dengan cara dan maksud tertentu pemberian/penerimaan bantuan tersebut dilakukan. Meski Brammer (1998) membedakan membantu berupa yang profesional dan yang bukan profesional, tapi dalam makalah ini, hanya akan di bahas hubungan membantu dalam bentuk profesional, yang dilakukan oleh setidak-tidaknya seorang tenaga profesional yang membantu pihak lain, dan pekerjaan tersebut dalam konteks profesi yang ditekuninya. Tenaga profesional yang dimaksud seperti perawat, psikolog, dokter, konselor, dan lain-lain. Meski pada dasarnya, profesional atau tidaknya hubungan membantu tersebut sangat tergantung pada konteks permasalahan yang diselesaikan dan cara penanganannya. Dari sekian banyak hubungan membant...
Komentar
Posting Komentar